1. Unsur
Pembangun Teks
Teks merupakan tulisan atau
rangkaian kata berisi informasi yang ditulis dalam berbagai bentuk. Contoh:
buku, koran dan selebaran. Teks dibangun oleh gagasan pengarang yang berasal
dari orang lain, peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar, berita, iklan,
dan sebagainya.
Gagasan merupakan unsur pembangun
teks yang dikembangkan dalam bagian- bagian teks.
Bagian- bagian teks:
1.
Paragraf: bagian teks yang memuat satu
gagasan pokok. Paragraf sedikitnya memuat dua kalimat. Paragraf disebut juga
alinea.
2.
Kalimat utama: bagian paragraf yang
berisi gagasan pokok. Kalimat utama biasanya teletak di awal atau akhir
paragraf. Jika kalimat urama ada di awal paragraf maka disebut paragraf
deduktif. Jika kalimat utama ada di akhir kalimat maka disebut dengan paragraf induktif.
3.
Kalimat penjelas: berisi penjelasn rinci
tentang kalimat utama, biasanya lebih dari satu kalimat.
Bacalah contoh
teks berikut ini:
Orang- orang menyebut buku sebagai sumber ilmu. Berbagai macam ilmu pengetahuan ditulis dalam buku. Kita dapat memperoleh banyak pengetahuan dengan membaca buku. Pengetahuan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bekal untuk menjalani kehidupan sehari- hari.
Bila diuraikan maka paragraf tersebut terdiri atas:
- Kalimat utama, yaitu: Orang- orang menyebut buku sebagai sumber ilmu.
- Kalimat penjelas, yaitu: Berbagai macam ilmu pengetahuan ditulis dalam buku. Kita dapat memperoleh banyak pengetahuan dengan membaca buku. Pengetahuan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bekal untuk menjalani kehidupan sehari- hari.
- Hal yang dijelaskan dalam kalimat penjelas itu adalah:
- berbagai pengetahuan ditulis di buku
- memperoleh banyak pengetahuan dari buku
- pengetahuan dari buku bisa dijadikan bekal dalam kehidupan
2. Gagasan Dalam Suatu Teks
Gagasan pokok tidak selalu tertulis jelas dalam teks. Gagasan pokok bisa juga diperoleh secara tersirat dalam suatu paragraf. Artinya pembaca juaga harus membuat kesimpulan terlebih dahulu untuk menemukan gagasan pokok. Namun demikian sebagian besar gagasan pokok ada dalam kalimat utama dalam paragraf. Selain ada pula gagasan pokok yang disajikan dalam bentuk simpulan suatu paragraf.
Cara menemukan gagasan pokok:
1. Membaca intensif, yaitu membaca dengan sungguh- sungguh untuk memahami teks hingga memperoleh informasi secara lengkap.
2. Memberi tanda kata atau kalimat penting dalam teks dengan garis bawah atau warna untuk mencari maknanya.
3. Membuat pertanyaan dengan kata apa, siapa, mengapa, kapan,di mana, dan bagaimana untuk mengetahui isi teks.
4. Mencatat informasi penting dengan menemukan informasi terpenting dalam teks untuk mendukung gagasan.
5. Membuat kerangka teks yaitu gagasan yang disusun berdasarkan informasi dari teks.
Perhatikan contoh paragraf berikut:
Kertas Yang Bermanfaat
Setiap hari kita menggunakan kertas untuk menulis. Kertas juga dugunakan untuk mengelap atau membersihkan sesuatu. Selain itu kertas juga dapat dimanfaatkan untuk membungkus sesuatu. Di luar negeri kertas digunakan untuk membungkus barang-barang belanjaan. Kertas sangat bermanfaat bagi manusia.
Kertas dimanfaatkan dalam kehidupan sehari- hari. Kertas yang digunakan untuk membungkus benda biasanya menggunakan kertas bekas. Kertas bekas juga dapat dimanfaatkan menjadi kantong atau tas kertas. Pemanfaatan kertas bekas tersebut disebut dengan kegiatan daur ulang. Daur ulang kertas bermanfaat untuk mencegah pemanasan global karena dapat melindungi dan mengurangi penebangan hutan secara masif untuk keperluan industri. Selain itu penggunaan tas kertas dan kantong kertas dapat mengurangi penggunaan plastik yang sulit diuraikan oleh alam.
Dengan memberikan tanda warna atau garis bawah kita menandai beberapa hal penting yang dapat menambah pengetahuan kita.
3. Penghubung Gagasan Teks
Sebuah teks utuh terdiri dari beberapa paragraf yang saling berkaitan atau padu. Paragraf tersebut terdiri atas kalimat utama dan kalimat penjelas yang berhubungan satu sama lain. Kalimat- kalimat pembangun paragraf harus memiliki satu kesatuan agar gagasan yang ingin disampaikan dalam paragraf tersebut jelas.
Kesatuan paragraf maupun kalimat dapat kita ketahui berdasarkan unsur penghubung berupa kata atau kalimat. Unsur penghubung itu misalnya:
1. Kata penghubung yang berguna menghubungkan antarkata dalam satu kalimat. Contoh kata hubung: sedangkan, melainkan, agar, dan karena.
2. Kalimat penghubung digunakan sebagai penghubung antar kalimat atau antar paragraf. Kalimat penghubung diawali dengan kata setelah itu, pada saat itu, selama ini, dan oleh karena itu.
Perhatikan kata- kata hubung yang tercetak miring sebagai kata penghubung dalam contoh paragraf berikut:
Keragaman Suku Bangsa di Indonesia
Indonesia merupakan negara kepulauan yang penuh dengan keragaman budaya suku bangsa ras etnis agama maupun bahasa daerah. Meskipun kaya akan keragaman namun mereka tetap satu Indonesia. Ini sesuai dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang artinya meskipun berbeda- beda tetapi tetap satu jua. Kemajemukan dan keragaman Indonesia adalah kekayaan sekaligus berkah bagi bangsa Indonesia.
Suku Jawa yang berasal dari Pulau Jawa bagian tengah hingga timur sebagai kelompok suku terbesar dengan populasi kurang lebih 85 juta jiwa. Suku terbesar kedua adalah suku Sunda yang berasal dari Pulau Jawa bagian barat dengan jumlah mencapai lebih dari 36 juta jiwa. Suku Batak dari Sumatera Utara menyusul sebagai terbesar ke tiga dengan jumlah mencapai 8,5 juta jiwa. Terbesar ke empat adalah suku asal Sulawesi, selain suku Makassar, ada suku Bugis, Minahasa dan Gorontalo. Jumlah terbesar ke empat ini terdiri dari gabungan 208 jenis suku bangsa di Pulau Sulawesi. Dan terbesar ke lima adalah suku Madura yang berasal dari Pulau Madura di provinsi Jawa Timur bagian utara. Sedangkan suku dengan populasi terkecil adalah suku Dayak dari Pulau Kalimantan disusul dengan suku bangsa Papua.
4. Langkah Membuat Teks
Ada beberapa langkah penting yang dapat kita gunakan dalam membuat teks agar menarik dan tidak membosankan untuk dibaca.
1. Menentukan topik atau pokok pembicaraan. Topik pembicaraan biasanya berupa hal umum. Misalnya keragaman suku bangsa.
2. Menentukan judul untuk mewakili pokok bahasan teks yang lebih bersifat khusus, misalnya “Suku Bangsa di Pulau Kalimantan”.
3. Menentukan gagasan pokok tiap paragraf, yaitu berdasarkan jumlah paragraf yang berisi pembahasan umum tentang suatu hal.
4. Membuat kerangka teks untuk memudahkan dalam mengembangkan isi teks.